2 Cara Membuat UTM Tracking Untuk Analisa Performa Campaign Digital Marketing

Awalnya diterbitkan di: https://www.situstarget.com/blog/membuat-utm-tracking/

Sebelum kita bahas lebih jauh mengenai cara membuat UTM tracking.

Ada baiknya kamu kenali dahulu manfaat menggunakan UTM tracking ini.

Berdasarkan pengalaman pribadi, pada saat menjalankan campaign besar dengan berbagai channel marketing.

Akan sulit bagi kita menganalisa channel mana yang mendatangkan traffic tanpa menggunakan UTM tracking ini.

Channel marketing yang digunakan bisa terdiri dari banyak channel seperti:

  • Konten artikel di blog (SEO).
  • Postingan konten di sosial media organik (SMO).
  • Iklan berbayar (Paid Ads) di sosial media.
  • Iklan berbayar di YouTube, GDN, mesin pencari (SEM).
  • Konten dari KOL (Key Key Opinion Leader) di TikTok misalnya.
  • Newsletter e-mail
  • WhatsApp Blast
  • OOH
  • Iklan di radio dan TV
  • Serta masih banyak lagi.

Dari semua channel marketing itu pertanyaannya mana yang memberikan traffic ke website?

Dengan menggunakan UTM Tracking, kita bisa mengidentifikasikannya dengan mudah di Google Analytics nantinya.

Seperti apa yang dimaksud dengan UTM Tracking ini? Contohnya seperti tautan di bawah ini.

https://www.situstarget.com/blog/?utm_source=Facebook&utm_medium=Stories_Video&utm_campaign=Promo_Produk

Di atas, adalah contoh dari penggunaan UTM tracking link, lihat pada tulisan yang saya cetak tebal.

Apa fungsi utama Google UTM (Urchin Traffic Monitor) ini? Secara garis besar UTM tracking memiliki tiga manfaat:

  1. Kita bisa mengetahui konten mana yang perform terbaik pada saat melakukan A/B test.
  2. Dengan menggunakan UTM tracking kita bisa mengetahui sumber traffic dan konversinya.
  3. Serta, kita bisa melakukan tracking sebuah campaign dan menghitung ROI-nya.

Di akhir artikel saya akan perlihatkan cara melihat laporan UTM tracking di Google Analytics.

Daftar Isi

Apa Itu UTM Tracking?

Kepanjangan dari UTM adalah Urchin Tracking Module.

Sebuah tool yang dapat digunakan untuk melakukan pelacakan traffic ke sebuah situs web dengan detail.

Sehingga dengan UTM ini, kamu dapat menilai setiap usaha pemasaran yang kamu lakukan apakah efektif atau tidak.

Ada beberapa parameter UTM yang bisa kamu tambahkan ke URL.

  • utm_source: Dengan parameter ini, kamu bisa mengidentifikasi situs pengiklan, yang mengirimkan traffic ke situs web kamu. Misalnya Facebook, Google, Instagram, TikTok, Billboard, dsb.
  • utm_medium: Parameter yang kedua yaitu medium, dengan parameter ini, kamu bisa memasukkan media pemasaran yang digunakan, misalnya: cpc, web banner, newsletter email, WhatsApp Blast, dsb.
  • utm_campaign: Parameter ini digunakan untuk mengidentifikasi nama campaign yang kamu gunakan, misalnya promo 11-11, promo 12-12, nama sebuah produk, dsb.
  • utm_term: Kamu juga bisa mengidentifikasi kata kunci penelusuran berbayar atau frasa kunci namun hal ini bersifat opsional.
  • utm_content: Apabila kamu memiliki beberapa konten (video, teks, gambar) atau CTA dan sedang melakukan A/B test mencari konten terbaik, kamu bisa menggunakan parameter yang satu ini, dan sifatnya opsional.

Sampai di sini semoga kamu tidak bingung ya.

Saya akan contohkan penggunaan dari parameter yang wajib di atas satu per satu.

Seperti source, medium, dan campaign sedangkan untuk term dan content hanya bersifat opsional saja.

Saya sendiri jarang menggunakan untuk UTM term, kalau UTM content hanya pada saat A/B tes saja.

UTM Source

Dengan parameter UTM Source, kita dapat mengindentifikasi sumber traffic yang datang ke website.

Misalnya saja dari sosial media, mesin pencari, newsletter, billboard, OOH, dsb.

Contoh: Facebook, Twitter, Instagram, LinkedIn, WhatsApp, Telegram, dsb.

Kode UTM: utm_source

Contoh UTM: utm_source=Facebook

UTM Medium

Dengan parameter ini, kita bisa mengenai channel yang mendorong traffic ke website, bisa dari iklan web banner, Newsletter Email, dsb.

Contoh: cpc, web banner, newsletter email, WhatsApp Blast, dsb.

Kode UTM: utm_medium

Contoh UTM: utm_medium=Web_Banner

UTM Campaign

Dalam menjalankan kampanye pemasaran, terkadang dalam satu waktu bisa terdiri dari beberapa kampanye.

Dengan parameter ini, kita bisa mengindentikasi kampanye berdasarkan nama kampanyenya.

Contoh: promo 11-11, promo 12-12, promo JSM, dll

Kode UTM: utm_campaign

Contoh UTM: utm_campaign=promo_1212

Sekarang, kita masuk ke pembahasan mengenai cara membuat UTM tracking.

Cara Membuat UTM Tracking Link

Kamu bisa membuat UTM tracking dengan menggunakan tools online dari Google yang bernama Campaign URL Builder.

Langkah yang harus kamu lakukan untuk membuat UTM tracking adalah:

  1. Buka dahulu website Campaign URL Builder milik Google.
  2. Selanjutnya masukan alamat URL situs web kamu.
  3. Masukkan sumber campaign, sebagai contoh saya masukan Instagram.
  4. Berikutnya saya menggunakan medium Stories.
  5. Dan nama campaign yang saya buat adalah Promo_1111

Setelah membuat UTM tracking URL.

Scroll ke bawah untuk melakukan copy dan paste pada URL yang sudah mengandung kode UTM tracking.

URL di atas, bisa kamu sebarkan melalui channel terkait dengan kode UTM tracking yang telah dibuat sebelumnya.

Sebagai contoh maka saya akan sebarkan URL di bawah ini di Stories Instagram saya.

https://www.situstarget.com/blog/?utm_source=Instagram&utm_medium=Stories&utm_campaign=Promo_1111

Kok linknya kepanjangan ya?

Oke kalau kamu merasa seperti itu, klik tombol Shorten Link untuk memperpendek URL di atas.

Kamu harus daftar atau masuk dahulu ke akun Bitly untuk bisa memperpendek URL.

Setelah berhasil, kamu akan mendapatkan URL pendek seperti link di bawah ini.

https://bit.ly/3B0dKmI

Saya sendiri terkadang membuat UTM tracking di Microsoft Excel atau Google Spreadsheet dengan bantuan rumus.

Gunakan template Spreadsheet ini juga bisa dan lakukan Make A Copy untuk editing.

Alasannya sederhana agar prosesnya lebih cepat dengan kuantitas UTM tracking URL yang cukup banyak.

Sekarang, saya anggap kamu sudah sebarkan link tersebut dalam kurun waktu beberapa hari dan ingin melihat hasilnya di Google Analytics.

Ikuti langkah di bawah ini.

Cara Melihat Laporan UTM Tracking Di Google Analytics

Untuk dapat menganalisa laporan UTM tracking di Google Analytics versi Universal Analytics (UA), kamu bisa melihatnya pada menu Report > Acquisition > All Traffic > dan pilih Source/Medium.

Apabila sebelumnya kamu sudah melakukan pengaturan goal tertentu di Google Analytics misalnya Pembuatan Akun, Subscribe Newsletter, Download E-book, dsb.

Pada masing-masing goal yang sudah dibuat di Google Analytics juga bisa dilihat mana source/medium yang berkontribusi terhadap konversi pada setiap stage dari goal tersebut.

Dari hasil laporan ini, kita bisa memutuskan berdasarkan data.

Beberapa contoh hasil keputusan yang bisa dilakukan adalah

  1. Mengetahui source mana yang paling banyak menghasilkan traffic.
  2. Melakukan eliminasi pada kampanye yang tidak menghasilkan performa yang baik.
  3. Kamu bisa melakukan investasi lebih pada campaign yang well-performed.

Tips Pada Saat Membuat UTM Tracking

Saya izin berbagi beberapa tips bermanfaat pada saat kamu membuat UTM tracking diantaranya adalah:

1. Miliki Panduan Gaya

Pada saat proses pembuatan UTM tracking bersama dengan tim.

Kamu harus membuat pedoman gaya (Style Guide) untuk penamaan UTM tracking.

Jadi jangan sampai, setiap orang punya gayanya masing-masing pada saat membuat UTM tracking.

Alhasil pada saat mau menganalisa di Google Analytics, kamu sendiri jadi kebingungan baca datanya.

Kode pada UTM tracking itu bersifat case-sensitive.

Sehingga apabila kamu menulis misalnya dengan huruf kapital dan atau huruf kecil hasilnya akan berbeda.

Contoh misalnya kamu menulis seperti Google, google, GooGle, atau GOOGLE.

Variasi kepenulisan ini akan ditracking secara terpisah atau dianggap tidak sama.

Sebaiknya gunakan huruf kecil semua untuk menghindari masalah ini.

2. Hati-hati Saat Share Link

Tujuan utama dari penggunaan UTM tracking adalah untuk menganalisa sumber traffic eksternal.

Ketika kamu hendak share di platform atau channel marketing terkait, pastikan UTM tracking URL-nya sesuai.

Kesalahan URL yang berisi kode UTM tracking saat didistribusi di channel marketing yang salah, akan membuat hasil laporan yang keliru.

Cek ulang kembali UTM tracking sebelum benar-benar didistribusikan ke berbagai channel marketing.

3. Hindari Penggunaan Spasi

Pada saat kamu ingin membuat kode parameter UTM lebih dari dua suku kata.

Hindari menggunakan spasi karena kode spasi akan berubah menjadi kode seperti ini %20.

Contoh misalnya ingin membuat parameter “organik facebook”.

Maka kode UTM yang kamu harus buat adalah “organik_facebook”.

Jadi, spasi diubah menjadi simbol garis bawah atau underscore.

4. Gunakan Pemendek URL

Hasil UTM tracking URL akan sangat panjang apabila dibagikan ke publik.

Oleh karena itu, gunakan pemendek URL seperti Bitly, TinyURL, Rebrandly, S.id, dsb.

Sayangnya tidak semua platform mendukung penggunaan pemendek URL ini.

Platform seperti Google Ads, Facebook Ads, dan lainnya melarang penggunaan pemendek URL pada URL tujuan campaign.

Sebagai gantinya platform tersebut memiliki kemampuan atau fitur untuk UTM builder-nya sendiri.

5. Kelola Semua Dalam Spreadsheet

Untuk menjaga agar setiap URL yang berisi kode UTM terkelola dengan baik.

Dibutuhkan satu spreadsheet khusus untuk mengelola link tersebut.

Tujuannya agar menghindari typo, kesalahan penamaan parameter, dan link yang duplikat.

Selain itu, apabila kamu menggunakan layanan pemendek URL.

Masukkan juga link URL yang sudah dipendekkan beserta tanggal pembuatannya.

Hal ini bertujuan apabila ada kesalahan pada proses pemendekan URL.

Kamu bisa mengindentifikasi URL singkatnya dengan mudah, serta melakukan revisi link di dalamnya.

Demikian tutorial cara membuat UTM tracking semoga bermanfaat.

Mohon bantu share artikel ini di Facebook, LinkedIn, WhatsApp, dan Telegram ya.

Semoga bisa bermanfaat untuk teman-teman yang lain di sana juga.

Apabila kamu ada pertanyaan silahkan kirimkan pertanyaan melalui Forum.situstarget.com.